Puisi: Masa

Masa Terhampar lautan kebencian dimana-mana Kegaduhan disana-sini Kericuhan menghiasi layar kaca Saling fitnah, saling sembur, saling tuduh satu sama lain Kita bagaikan robot Diprogram dan didoktrin hingga sedemikian rupa Dipengaruhi untuk patuh dan mudah percaya Mengikuti suara mayoritas tanpa memastikan fakta dibaliknya Kemudian, bagaimana dengan segala yang kita butuhkan? Segala yang kau angankan pula? Sebuah … Lanjutkan membaca Puisi: Masa

Iklan

Renungan: Indah

Rubi, permata, emas, perak, dan golongannya itu memang indah. Berkilau lagi menyilaukan mata. Membuat siapa saja yang memandangnya berbinar. Tanda ingin memilikinya. Begitu pun dengan bulan. Walau bercahaya di tengah malam, sesungguhnya permukaannya berlubang. Melambangkan tragedi yang telah menimpanya, menggambarkan betapa ia telah lama memendam luka yang kemudian membekas. Kalau begitu, bukankah benar berbahaya mengumbar … Lanjutkan membaca Renungan: Indah

Diam (Antara Ilmu & Akhlak)

Aku diam termenung sendiri dan lagi aku merenung. Sekilas, seperti tenggelam dalam lautan manusia. Namun, kalbuku lah yang menenggelamkanku perlahan menjelajahi pikirku. Baik angan, impian, harapan, keluhan, dan perencanaan. Kemana kelak semua ini berujung? Tak taulah aku akan hal yang benar-benar membingungkan logika dan naluriku ini. Sebab aku hanyalah seorang manusia dengan akal yang terbatas. … Lanjutkan membaca Diam (Antara Ilmu & Akhlak)

Rehat Sejenak

Apakah makna dibalik kesakitan itu? Kita lemas tak berdaya, terkulai lemas namun mencoba untuk kuat. Pikiran berkehendak menginginkan lebih, tetapi fisik tak mampu merealisasikannya. Bukannya tiada sanggup lagi untuk berjalan sendiri, ku yakin ini hanyalah cobaan lain dari-Nya. Tak mengapa aku bersusah-susah sekarang daripada situasi menjadi semakin sulit tanpa kendali di ujung waktuku nanti. Masih … Lanjutkan membaca Rehat Sejenak

Teruntuk Saudariku Muslimah

Halo, muslimah sekalian. Bagaimana kabarmu pada hari ini, di detik ini? Adakah keimanan kepada Allah semakin bertambah ataukah kian menipis? Apakah segala sesuatu di benak dan keseharianmu membuatmu ingat kepada-Nya? Saya hanya sekadar mengingat kembali. Tak pelak, saya juga seorang muslimah. Kita adalah hamba-Nya yang memiliki banyak kekurangan. Rasa tidak percaya diri kerap mengaburkan apa … Lanjutkan membaca Teruntuk Saudariku Muslimah

Puisi Motivasi: Memulai Kembali

Hai kawan, besok kita telah bersekolah lagi. Tahun ajaran baru menyapa. Pelajaran dan pengetahuan menanti. Namun, ku lihat sebuah ekspresi mendominasi parasmu. Kemanakah keceriaan yang sejak sebulan lalu kau torehkan? Adakah sirna sudah berganti dengan lesu? Ayolah, janganlah begitu. Berhentilah merajuk. Kita masihlah beruntung, banyak di luar sana yang terlampau bingung. Tiada materi, bagaimana bisa … Lanjutkan membaca Puisi Motivasi: Memulai Kembali

Bukan Sekadar Angka

Waktu berubah dan berjalan tanpa permisi. Fisik boleh jadi berkembang seiring dengannya, namun mental terkadang tak mampu mengikuti. Tahun pun berlalu, tak jarang pula kita terjebak dan dibatasi oleh imajinasi kita sendiri. 17 tahun aku dalam buaian, di mana kini telah hadir kesadaran dalam diri... ...aku bukan lagi seorang gadis kecil, namun sedang dalam perjalanan … Lanjutkan membaca Bukan Sekadar Angka

Conquer the Challenge: An English Poetry + Terjemah Indonesia

Conquer the Challenge I'm rich. Not because I've lot of money. Not at all. Money doesn't guarantee the true happiness. The treasure of life is pleasure. Love and affection touch even the memories had been fade. My heart's full of sensitivity and sensibility. Many feelings deep here, many people called it as my weakness. My … Lanjutkan membaca Conquer the Challenge: An English Poetry + Terjemah Indonesia

Reasons to Live: An English Poetry + Terjemah Indonesia

Reasons to Live Everything has a story to tell. Every pain. Every scar. Even bruises. And now, right now... I see neither day or night. 'Cause it's all the same. Whatever that happens, it should be happenned. Although, my mind's getting far and far away through reality... ...I still live in the present. Still remember … Lanjutkan membaca Reasons to Live: An English Poetry + Terjemah Indonesia