Ciri-Ciri + Contoh Kritik Karya Sastra: Salah Pilih

Kritik Karya Sastra Salah Pilih Lahir sebagai orang Minangkabau, Salah Pilih (1928) mengawali sepak terjang Nur Sutan Iskandar dalam menghasilkan novel pertama yang berlatar kampung halaman dan adat yang sudah dikenalnya sedari kecil. Jika dibandingkan dengan Cinta yang Membawa Maut (1926), beliau tetap mengangkat kisah percintaan antara dua insan dengan orang lain sebagai pelengkap saja. … Lanjutkan membaca Ciri-Ciri + Contoh Kritik Karya Sastra: Salah Pilih

Iklan

Ciri-Ciri + Contoh Esai Karya Sastra: Salah Pilih

Esai Karya Sastra Salah Pilih Nur Sutan Iskandar menggemparkan dunia sastra Indonesia dengan merilis salah satu maha karyanya yang berjudul Salah Pilih. Novel yang menandai kemajuan sastra klasik Indonesia ini diterbitkan pada tahun 1928 oleh Balai Pustaka. Jika dibandingkan dengan karya sebelumnya yakni Apa Dayaku karena Aku Perempuan (1923) dan Cinta yang Membawa Maut (1926), … Lanjutkan membaca Ciri-Ciri + Contoh Esai Karya Sastra: Salah Pilih

Istiqamah

Sebaik apapun, manusia tidak lepas dari cela dan dosa Kita bukanlah pecundang Masih ada hasrat untuk berbuat kebaikan walau sedikit Hati-hatilah pada hati Waspada terhadap fitnah Bangunlah dari keterpurukan Enyahkanlah hasutan-hasutan simfoni Jangan sampai mata kita tertutup Mengaburkan dusta Menghinakan sesama Menyembah "berhala-berhala" Lihatlah secercah pelita itu Sesungguhnya harapan itu masih ada Lewat do'a dan … Lanjutkan membaca Istiqamah

Diam (Antara Ilmu & Akhlak)

Aku diam termenung sendiri dan lagi aku merenung. Sekilas, seperti tenggelam dalam lautan manusia. Namun, kalbuku lah yang menenggelamkanku perlahan menjelajahi pikirku. Baik angan, impian, harapan, keluhan, dan perencanaan. Kemana kelak semua ini berujung? Tak taulah aku akan hal yang benar-benar membingungkan logika dan naluriku ini. Sebab aku hanyalah seorang manusia dengan akal yang terbatas. … Lanjutkan membaca Diam (Antara Ilmu & Akhlak)

Teruntuk Saudariku Muslimah

Halo, muslimah sekalian. Bagaimana kabarmu pada hari ini, di detik ini? Adakah keimanan kepada Allah semakin bertambah ataukah kian menipis? Apakah segala sesuatu di benak dan keseharianmu membuatmu ingat kepada-Nya? Saya hanya sekadar mengingat kembali. Tak pelak, saya juga seorang muslimah. Kita adalah hamba-Nya yang memiliki banyak kekurangan. Rasa tidak percaya diri kerap mengaburkan apa … Lanjutkan membaca Teruntuk Saudariku Muslimah

Puisi Motivasi: Memulai Kembali

Hai kawan, besok kita telah bersekolah lagi. Tahun ajaran baru menyapa. Pelajaran dan pengetahuan menanti. Namun, ku lihat sebuah ekspresi mendominasi parasmu. Kemanakah keceriaan yang sejak sebulan lalu kau torehkan? Adakah sirna sudah berganti dengan lesu? Ayolah, janganlah begitu. Berhentilah merajuk. Kita masihlah beruntung, banyak di luar sana yang terlampau bingung. Tiada materi, bagaimana bisa … Lanjutkan membaca Puisi Motivasi: Memulai Kembali

Lantunan Surga

Lantunan Surga Sayup-sayup terdengar sebuah suara Lembutnya mengalun menyentuh kalbu Perlahan seakan menggema Terbit di segala penjuru dalam renungku Baitnya terjalin indah Keagungannya tersampaikan lantang Memusnahkan kemungkaran nan nista Meluluh lantakkan yang terlarang Tak hentinya ia berbisik Bercerita, mencinta, pun menyiarkan Ada sebagian yang terkikik mencemooh, menjadikannya candaan Mukjizat itu bersinar Mengerjap dan menerangi dalam … Lanjutkan membaca Lantunan Surga

Tebak, Sekarang Hari Apa?

Saudara-saudari, kita jumpa lagi dengan tanggal 22 Desember! Ada yang lupa hari ini hari apa? Ckckckck... Kok bisa-bisanya lupa? Ya... Kecuali kamu tinggal di belahan dunia lain kali, ye... Hari Ibu nih, Sob! Haha... Hari dimana masyarakat se-Indonesia mengingat kembali cinta kasih ibunya masing-masing (seharusnya tiap hari seperti ini). Yo'i, men... Coba, deh! Tambahin umurmu … Lanjutkan membaca Tebak, Sekarang Hari Apa?