Puisi: Masa

Masa Terhampar lautan kebencian dimana-mana Kegaduhan disana-sini Kericuhan menghiasi layar kaca Saling fitnah, saling sembur, saling tuduh satu sama lain Kita bagaikan robot Diprogram dan didoktrin hingga sedemikian rupa Dipengaruhi untuk patuh dan mudah percaya Mengikuti suara mayoritas tanpa memastikan fakta dibaliknya Kemudian, bagaimana dengan segala yang kita butuhkan? Segala yang kau angankan pula? Sebuah … Lanjutkan membaca Puisi: Masa

Iklan

Ciri-Ciri + Contoh Esai Karya Sastra: Salah Pilih

Esai Karya Sastra Salah Pilih Nur Sutan Iskandar menggemparkan dunia sastra Indonesia dengan merilis salah satu maha karyanya yang berjudul Salah Pilih. Novel yang menandai kemajuan sastra klasik Indonesia ini diterbitkan pada tahun 1928 oleh Balai Pustaka. Jika dibandingkan dengan karya sebelumnya yakni Apa Dayaku karena Aku Perempuan (1923) dan Cinta yang Membawa Maut (1926), … Lanjutkan membaca Ciri-Ciri + Contoh Esai Karya Sastra: Salah Pilih

Contoh Pidato Bahasa Indonesia: Hutang Kita

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh… Yang terhormat Bu Zubaidah selaku guru Bahasa Indonesia kelas XII MIA 2 dan yang saya sayangi teman-teman sekalian. Pertama-tama, mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah subhanahu wa ta’ala, yang karena karunia-Nya kita dapat berkumpul disini tanpa kekurangan sesuatu apapun. Tak lupa, shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita Nabi … Lanjutkan membaca Contoh Pidato Bahasa Indonesia: Hutang Kita

Istiqamah

Sebaik apapun, manusia tidak lepas dari cela dan dosa Kita bukanlah pecundang Masih ada hasrat untuk berbuat kebaikan walau sedikit Hati-hatilah pada hati Waspada terhadap fitnah Bangunlah dari keterpurukan Enyahkanlah hasutan-hasutan simfoni Jangan sampai mata kita tertutup Mengaburkan dusta Menghinakan sesama Menyembah "berhala-berhala" Lihatlah secercah pelita itu Sesungguhnya harapan itu masih ada Lewat do'a dan … Lanjutkan membaca Istiqamah

Tidak Habis Pikir

Aku tidak habis pikir... Ketika ku lihat pepohonan hijau tertempa sinar mentari Menciptakan bayangan yang meremang-remang indah Daun, dahannya, tertiup angin seakan melambai ke arahku Mereka tampak diam Meskipun sebenarnya bernyawa Hidup dalam kesendirian Walau sebenarnya menyatu dan tunduk Ya, mereka patuh Melaksanakan perintah Allah Bertumbuh dengan suburnya Hanya untuk dimanfaatkan manusia Lihat, bukan? Kita … Lanjutkan membaca Tidak Habis Pikir

Renungan: Indah

Rubi, permata, emas, perak, dan golongannya itu memang indah. Berkilau lagi menyilaukan mata. Membuat siapa saja yang memandangnya berbinar. Tanda ingin memilikinya. Begitu pun dengan bulan. Walau bercahaya di tengah malam, sesungguhnya permukaannya berlubang. Melambangkan tragedi yang telah menimpanya, menggambarkan betapa ia telah lama memendam luka yang kemudian membekas. Kalau begitu, bukankah benar berbahaya mengumbar … Lanjutkan membaca Renungan: Indah

Diam (Antara Ilmu & Akhlak)

Aku diam termenung sendiri dan lagi aku merenung. Sekilas, seperti tenggelam dalam lautan manusia. Namun, kalbuku lah yang menenggelamkanku perlahan menjelajahi pikirku. Baik angan, impian, harapan, keluhan, dan perencanaan. Kemana kelak semua ini berujung? Tak taulah aku akan hal yang benar-benar membingungkan logika dan naluriku ini. Sebab aku hanyalah seorang manusia dengan akal yang terbatas. … Lanjutkan membaca Diam (Antara Ilmu & Akhlak)

Rehat Sejenak

Apakah makna dibalik kesakitan itu? Kita lemas tak berdaya, terkulai lemas namun mencoba untuk kuat. Pikiran berkehendak menginginkan lebih, tetapi fisik tak mampu merealisasikannya. Bukannya tiada sanggup lagi untuk berjalan sendiri, ku yakin ini hanyalah cobaan lain dari-Nya. Tak mengapa aku bersusah-susah sekarang daripada situasi menjadi semakin sulit tanpa kendali di ujung waktuku nanti. Masih … Lanjutkan membaca Rehat Sejenak