Rehat Sejenak


Apakah makna dibalik kesakitan itu? Kita lemas tak berdaya, terkulai lemas namun mencoba untuk kuat. Pikiran berkehendak menginginkan lebih, tetapi fisik tak mampu merealisasikannya.

Bukannya tiada sanggup lagi untuk berjalan sendiri, ku yakin ini hanyalah cobaan lain dari-Nya. Tak mengapa aku bersusah-susah sekarang daripada situasi menjadi semakin sulit tanpa kendali di ujung waktuku nanti. Masih ada keyakinan bahwa dibalik jalan terjal yang ku tempuh ini akan ada sesuatu, lebih dari apa pun yang pernah ku harapkan terletak di garis akhir.

Allah menyuruhku untuk menunggu. Sambil berusaha bukannya hanya duduk-duduk saja. Memangnya hasil yang begitu besarnya akan mudah tercapai sebatas dengan bersantai dan bermimpi?

Allah menyuruhku untuk bersyukur. Sambil menjaga keistikamahan keimanan. Memangnya tekad dan usaha saja sudah cukup, sementara restu-Nya kita lupakan semena-mena?

Nikmat kehidupan sesungguhnya bukanlah apa yang membuat kita lupa seketika dengan Yang Maha Memberi Hidup. Percuma hidup bergelimang harta benda namun miskin imannya dan tidak punya empati. Mau jadi apa kita di akhirat kelak, tempat di sisi-Nya kah yang kita dapatkan?

Sepertimu, aku hanya bisa berharap dan melakukan apa yang ku bisa; biarlah Allah menjadi hakim atas semua yang telah ku perbuat.

Iklan

2 respons untuk ‘Rehat Sejenak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s