Teruntuk Saudariku Muslimah

Halo, muslimah sekalian. Bagaimana kabarmu pada hari ini, di detik ini? Adakah keimanan kepada Allah semakin bertambah ataukah kian menipis? Apakah segala sesuatu di benak dan keseharianmu membuatmu ingat kepada-Nya?

Saya hanya sekadar mengingat kembali. Tak pelak, saya juga seorang muslimah. Kita adalah hamba-Nya yang memiliki banyak kekurangan. Rasa tidak percaya diri kerap mengaburkan apa yang telah dikaruniai Allah kepada kita.

Kurang apa lagi? Perhiasan dunia yang paling indah ialah muslimah yang shalihah. Bayangkan, diri kita tak ternilai harganya. Bahkan logam mulia dan batu permata yang jadi rebutan karena kilauan dan kemolekannya kalah dengan kecantikan akhlak kita. Betapa Allah dan Islam benar-benar memuliakan sosok seorang perempuan.

Pertanyaannya adalah: sudahkah kita memoles keindahan akhlak kita? Memoles wajah dan merawat kesehatan fisik mungkin sudah jadi agenda wajib dalam keseharian kita, tapi rasanya jarang kita temukan panduan dalam mempercantik akhlak. “Aku kan banyak dosa, pernah berbuat begini dan begitu. Kecil kemungkinannya untuk dapat berubah menjadi seorang muslimah yang shalihah,” keraguan berbisik melintaskan pikiran yang menghambat hijrah atau keistikamahan kita.

Memang yang kita alami dalam hidup merupakan salah satu faktor mendasar yang membentuk kepribadian dan menentukan jalan hidup kita. Terkadang bisa lupa atau terdesak karena lemahnya perlawanan. Ketahuilah, Allah maha luas pengampunan-Nya. Dia pasti mengampuni dosa pada kondisi yang demikian itu, juga saat kita tak tahu atau ragu terhadap hukum sesuatu. Selama hamba-Nya mau untuk kembali dan bertaubat, Allah pasti menerimanya dengan senang hati.

Muslimah itu istimewa, kita diamanahkan untuk membentuk generasi yang mulia. Hati kita lembut namun dibalik kelembutan itulah terdapat kekuatan yang terpendam. Di balik rapuhnya, kita dituntun oleh Allah untuk tetap menjalani kehidupan dengan sabar. Tak ada syarat khusus macam berwajah cantik bak model iklan ataupun kaya raya untuk meraih ridho Allah, membahagiakan keluarga, dan berkontribusi dalam masyarakat. Ikutilah tuntunan-Nya, kita pasti selamat; sebaliknya, pasti celaka.
Marilah kita saling mengingatkan dan menasihati dengan bahasa yang santun. Proses untuk memperbaiki diri itu tidak langsung secara total, tetapi secara bertahap. Masing-masing mempunyai cobaan yang berbeda kesulitannya, maka kita harus menghargai kemajuan sekecil apapun itu. Bantulah semampunya, semangatilah agar keimanannya semakin terakar; sehingga batang cabangnya kuat, bunganya indah, buahnya ranum memikat, dan yang gugur sekalipun masih dapat dimanfaatkan.

Begitulah. Sesungguhnya Allah itu Maha Adil. Tahu apa yang terbaik bagi kita. Menjadikan kita bukan hanya dambaan para ikhwan, namun memberikan tujuan untuk kebaikan diri dan maslahat bagi sekitar. Membuat kita berupaya untuk menjaga kehormatan dan keistikamahan yang ada. 

Allah memang maha membolak-balikkan hati, namun tak pernah meninggalkan hamba-Nya. Luruskan usaha kita untuk menggapai rahmat-Nya, baik di dunia maupun di akhirat. Tetaplah mengingat dan tetap bersiteguh pada Allah. Spesialkanlah Allah di hatimu, karena Allah pun telah menjadikanmu spesial dengan senantiasa memberimu nikmat yang tiada putusnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s