Teks Ceramah: Dendam

Assalamu’alaikum wr.wb.

Hadirin yang berbahagia, mari kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah swt. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan untuk Rasulullah saw. Alhamdulillah, kita dapat berkumpul pada hari ini dalam keadaan sehat wal’afiat dan tanpa kekurangan suatu apapun.

Saudara-saudara, kali ini saya akan membicarakan sesuatu yang kontroversial. Sesuatu yang jarang diangkat ke hadapan publik. Saya akan memulainya dengan sebuah pertanyaan. Pernahkan Anda menyimpan dendam?

Rasanya mustahil, jika dendam itu tidak pernah menyinggahi hati kita barang sedetik saja. Pasti ada masalah yang begitu membekas dan menorehkan luka. Membuatmu marah dan ingin berontak. Tapi kau tak kuasa mengekspresikannya, malah kau pendam semakin dalam. Jadilah dendam.



Apakah kau tahu kalau dendam adalah efek dari penyakit hati? Awalnya berupa rasa tak suka, kemudian menjadi iri, bertransformasi menjadi benci. Lambat laun, terciptalah dendam. Terlepas dari apa pun alasannya, kepada siapa pun itu, tak terkecuali situasi yang dianggap rumit serta kacau.

Pada dasarnya, orang yang mempunyai dendam hanya butuh pengakuan. Butuh keadilan. Butuh perhatian. Butuh rasa nyaman. Jika sudah mendapatkan empat hal tersebut, rasa dendamnya akan sirna. Namun, tak banyak orang yang mengerti akan hal tersebut. Mereka malah membiarkan dan mengatakan bahwa masalah tersebut dapat dengan mudah diselesaikannya sendiri. Padahal, tidak demikian. Dendam dapat membuat seseorang hilang kendali, emosinya tidak terkontrol. Dibayang-bayangi kekhawatiran, diselimuti ketakutan, dan diliputi kesedihan berlebih. Bahkan dalam kasus yang parah dapat menimbulkan depresi, kegilaan, dan berujung pada kematian.

Bukan berarti tidak bisa diatasi. Selama masalah tersebut mampu dihadapi dan diselesaikan, dendam itu akan berangsur-angsur sirna. Lebih memungkinkan lagi jika terdapat orang terdekat yang bisa diajak untuk bicara. Insya Allah, dendamnya akan cepat reda.


Jika masih ada dendam di dalam hatimu, saya sarankan untuk segera memusnahkannya. 
Sebab, dalam sebuah hadits riwayat Muslim disebutkan bahwa Rasulullah bersabda:
“Orang yang paling dibenci Allah ialah orang yang menaruh dendam kesumat (bertengkar)”.
Mengerikan, bukan?



Secara tidak langsung, dendam dapat membunuh diri kita sendiri. Karena sisa umur kita digunakan untuk membenci orang lain, sesama makhluk Allah. Tentu saja Allah tidak meridhoi perbuatan hina yang satu ini. Oleh sebab itu, damaikanlah pertikaian di antara dua saudaramu. Alangkah baiknya jika kita senantiasa menjaga perdamaian. Maka ridho Allah akan menyertai kita.

Demikan beberapa tutur kata yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat, maaf jika ada salah kata. Janganlah ada dendam di antara kita.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s