Pelajaran dari Sebuah Pohon



Aku duduk di pinggir kelas itu.
Menatap keluar, menembus kaca dan jeruji yang menghalangi pandangan.

Ada sebuah pohon,
tidak terlalu besar tapi juga tidak bisa dikatakan kecil.

Cabang dan rantingnya menyebar hampir ke segala arah.
Ada yang mengarah ke atas dan ke bawah, merefleksikan kehidupan yang kita jalani.

Di pucuknya,
tergantung daun-daun.
Yang hijau dan kuningnya tampak menyala jika tertimpa cahaya.
Tiada bebijian, kuncup, bunga, ataupun buah yang menghiasi dan menambahkan semaraknya warna.
Dominan cokelat, hijau, dan sedikit kuning di sana-sini.


Di balik kuat dan kokohnya,
pohon itu menunjukkan kekurangan selayaknya manusia.

Banyak cabang yang patah.
Entah karena ulah manusia, cuaca, atau pertumbuhan internal yang terhenti.

Banyak ranting yang tak jadi.
Dari pandanganku,
mereka berubah menjadi tajam.
Berubah menjadi duri yang menghujam.

Sementara akar,
akar yang menancap kuat dan menyebar ke dalam tanah itu tertimbun,
tidak terlihat dari permukaan.

Sebagian daun yang telah mati gugur,
mengganggu jalannya orang yang lewat.

Ranting-ranting pun jatuh tanpa komando,
tanpa di sangka-sangka.



Pohon itu mengajarkan sesuatu kepada kita.
Untuk hidup sederhana.
Untuk memanfaatkan apa yang telah dikaruniai Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Jika sebatang pohon saja dapat berdiri tegak nyaris dalam semua keadaan,
bagaimana dengan kita yang jelas-jelas adalah makhluk Allah yang paling mulia dan sebenarnya mempunyai kemampuan yang jauh lebih dahsyat daripadanya?

Walau hanya mengandalkan diri sendiri,
ia mampu menantang matahari yang bila panasnya membara bisa saja membakarnya hingga hangus menjadi abu.
Ia tak memberontak dan tak melawan di kala manusia dengan semena-menanya merusak dan menghancurkannya.

Padahal,
ia juga makhluk hidup.
Rasa-rasanya kita melupakan hal itu.
Ia juga bernyawa,
sama seperti kita.

Selain penciptaannya ditujukan untuk kita manfaatkan,
Allah menghadirkannya di sekitar kita agar kita dapat mengambil pelajaran,
sekecil apapun itu.

Kita tidak boleh meremehkan orang lain,
bagaimanapun semua manusia itu berguna.
Ada alasan dan sebabnya,
kita ditentukan hidup.

Semua manusia itu sama,
tergantung bagaimana cara mereka menempatkan diri dan mempergunakan kemampuannya sebagaimana mestinya.

Sebenarnya,
apa yang ada di dalam diri sudah cukup.
Kita tidak perlu bersusah payah menjadi orang lain.
Kita hanya perlu memaksimalkan kemampuan kita untuk menjadi luar biasa.

Sekecil apapun,
tidak berharga atau tidak bergunanya kita di mata orang lain,
pasti ada suatu sumbangsih yang dapat kita berikan untuk mengubah dunia.

Tak dapat dipungkiri bahwa manusia mempunyai banyak kekurangan,
sebanding dengan kelebihan yang dimilikinya.
Apalah daya,
kita memang tidak sempurna.

Layaknya tampilan antara akar dengan bagian lain,
manusia lebih melihat kepada hasil dibandingkan proses.
Padahal,
proses tidak kalah pentingnya untuk ditelisik, ditelusuri, dan diambil hikmahnya.

Setiap manusia tentu ingin sukses.
Ingin mimpinya menjadi kenyataan.
Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengikuti jejak orang yang telah sukses terlebih dahulu,
kemudian bekerja sesuai porsinya.

Selain usaha, kita juga butuh beribadah dan berdo’a.
Mengapa kita yang butuh?
Allah tidak membutuhkan kita, sebaliknya kita lah yang membutuhkan perlindungan-Nya.

Tegakah kita kepada-Nya?

Padahal,
Ia yang memberi hidup,
lantas kita melupakan-Nya begitu saja…
…melangkah dengan angkuhnya di muka bumi,
berpikir bahwa penantian kita masih panjang untuk dipanggil ke hadapan-Nya.

Kawan,
kita ini manusia.
Kita memang makhluk sosial.
Tidak bisa selamanya mengandalkan diri sendiri seperti pohon itu.

Tentu,
kita akan jauh lebih kuat jika bersama.
Menyatukan tidak hanya hati,
namun berbagai macam kemampuan.

Bersama kita bisa.
Menghadapi tantangan hidup,
sampai maut menjemput.

Iklan

Satu respons untuk “Pelajaran dari Sebuah Pohon

  1. jimmy febriyanto berkata:

    Halo salam kenal…benar jg ya pohon adalah Mahluk hidup. Yg pasti memiliki nyawa. Karna Nyawa adalah misteri yg membedakan atom2 pada materi benda mati dan hidup. Walau hanya diam tapi pohon mampu tegak disegala kondisi tumbuh dengan jaminan rizki air dan sinar matahari, meyerap karbondioksida dan menggantinya dengan oksigen dan gula…luar biasa… apa lg manusia…

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s