Keep on Blogging!

Nggak terasa sudah cukup jarang saya mengisi blog. Banyak alasan dibalik itu. Tugas sekolah yang nggak terhitung banyaknya, ulangan yang ngantri mengisi hari, hingga terkena ISPA pada pertengahan Agustus lalu. Sebab terakhir inilah yang membuat pikiran saya mampet dan ide yang berseliweran di kepala terasa kurang sreg untuk direalisasikan. Bahkan, teman saya sampai heran karena artikel yang saya tulis untuk lomba internal menyambut bulan bahasa pada Oktober nanti hanyalah satu setengah halaman A4. Biasanya, saya dapat ‘memeras otak’ hingga tembus lima halaman.

Latar belakang

Pikiran saya terbawa kepada peristiwa sekitar satu tahun yang lalu. Saat itu saya baru saja lulus SMP. Praktis, kegiatan yang menyita perhatian saya hanyalah mengurus pendaftaran di sekolah idaman saya selama ini (SMAN 1 Lawang).

Kosongnya kegiatan dan tidak boleh kemana-mana, membuat diri saya ‘terkarantina’ selama satu bulan di rumah. Walau pun begitu, saya enjoy. Waktu yang panjang tapi terasa singkat itu saya manfaatkan untuk banyak-banyak membaca dan terus menulis.

Saya memang sudah mempunyai satu blog berjudul Speak Up ‘n Curhat, tetapi blog itu isinya hanyalah curahan hati saya yang sama sekali nggak berguna untuk di baca. Bahkan, nggak ada nilai positif yang bisa di ambil. Dengan perasaan yang campur aduk, saya hapus blog yang penuh dengan kesia-siaan itu.

Tiba-tiba, ide ‘gila’ itu pun muncul…

Memulai lembaran hidup baru di SMA tampaknya lebih mudah dari pada menentukan suatu tema dan display pada blog saya. Alhasil dengan begitu serampangannya, saya buat blog ini dengan tema: all about myself. Dari judul blog saja sudah terlihat bahwa saya mengusung konsep blog pribadi. Display-nya sengaja dibuat colorful, menandakan kehidupan remaja yang begitu berwarna. Terkadang juga diubah menjadi monokrom, menyiratkan bahwa remaja juga rentan galau akibat masalah di sekitar mereka. 

Sebenarnya alasan membuat blog ini cukup klise, yaitu:

  • Melihat karya jaman SMP yang mangkrak dan menumpuk memenuhi ruang penyimpanan di laptop membuat saya gerah.
  • Merasa sayang sama karya-karya saya karena nggak ada yang baca. Apalah guna suatu karya jika tidak ada yang membacanya? Betul tidak?
  • Saya sudah berkali-kali mencoba untuk mengirimkan cerpen-cerpen ke sebuah platform cerpen online. Tetapi karya tersebut tidak di terima, padahal saya sudah menyesuaikannya dengan ketentuan yang ada. Daripada bikin stres, cerpen-cerpen ‘gagal muat’ itu saya publikasikan saja di sini.
  • Terinspirasi oleh blogger yang sudah memulai duluan. Mengingat sampai sekarang tugas-tugas yang ada banyak terbantu dengan kiriman para blogger yang tersebar di internet. Saya juga ingin berbagi dan menjadikan postingan blog saya bermanfaat untuk orang lain. Makasih sebanyak-banyaknya buat kalian! You’re my inspiration… Salam blogger!!!
  • Ingin mencatatkan nama di halaman pertama pencarian Google (yang ini ngaco, please jangan di anggap).
  • Memicu diri untuk terus berkarya.
  • Ingin membuktikan bahwa remaja juga bisa berkarya dan membagi ilmu tanpa terkesan menggurui.
  • Mendobrak kebiasaan di jaman serba instan yang lebih mengandalkan sosial media macam FB, Twitter, IG, dll.
  • Saya adalah tipe orang yang lebih mudah menuangkan ide ke dalam bentuk tulisan dibandingkan berbicara panjang lebar di muka umum.
  • Masih ada generasi muda yang berani untuk beropini dan menyuarakan pendapatnya dengan tidak anarkis.
  • Tidak semua kaum muda melakukan hal-hal negatif. Banyak di antara mereka yang melakukan hal-hal positif dan peduli akan masalah yang ada.
  • Sebagai ‘tempat pelarian’ untuk membagikan karya saya. Sebab, Mama nggak setuju kalo saya menjadi seorang penulis. Jadi, saya tuliskan saja ide-ide saya di sini.
  • Bahwa saya dapat melakukan suatu hal, yang orang lain kira saya tidak dapat melakukannya.
  • Menunjukkan kepada dunia bahwa siapa pun dapat meraih apa yang diinginkannya asal tekun, mau berusaha, dan sesuatu yang diimpikannya adalah hal yang positif.

    Tercatat tanggal 17 Juni 2016, saya mulai ‘berkarir’ sebagai blogger. Sekaligus menerbitkan pos pertama saya…

    Apa sih, senengnya jadi blogger?
    Nah, pertanyaan bagus, nih… Tentunya tiap blogger punya jawaban yang berbeda-beda, ya.

    Kalo saya, sih:

    • Dapat mengeksplorasi berbagai macam jenis tulisan. Apalagi yang namanya blog pribadi, saya dapat leluasa menulis apa pun yang saya lihat ke dalam tulisan. Jadi, tidak berkutat kepada karya sastra saja. Sekali-kali juga dapat membahas kajian ilmiah atau pun agama.
    • Serasa punya ruang sendiri. Rasanya bebas mengutarakan pendapat dan beropini, tanpa takut ada yang bakalan nge-judge atau kontra dengan pendapat kita. Komentar yang tidak pas di hati bisa dihapus dan di sunting. Hati serasa plong! Hehehe…
    • Rasanya kereeeennnn banget, menyadari bahwa karya saya dapat bermanfaat dan menghibur. Yang bermanfaat seperti laporan pengamatan, tentang pelajaran, artikel motivasi, dan kajian agama. Sedangkan, yang menghibur seperti cerpen, cerbung, dan puisi. Terhitung banyak yang searching di Google kemudian ‘nyasar’ ke blog saya. Dari hasil bagi link di FB, Twitter, dan WA juga begitu. Ada lah yang ‘nyangkut’ barang satu-dua.
    • Serasa eksklusif, seakan punya website pribadi. Karena, orang yang berkunjung hanya akan disuguhi postingan kita, sebagian diri kita. Banyak lho ternyata, bermula dari satu artikel ke artikel lainnya. Ujung-ujungnya, berakhir di halaman profil saya. Sebegitu penasarannya kali, ya…
    • Nggak tau dari mana, ada aja suka, komentar, dan follower yang berdatangan. Padahal, dari awal nggak ada target, lho. Saya sangat berterima kasih. Itu tandanya kalian sangat apresiatif terhadap karya-karya saya. Dorongan inilah yang saya jadikan sebagai motivasi untuk terus menulis, nge-blog, dan berkarya.

        Ada dukanya, nggak?

        Pastinya, dong. Justru kalo ada yang bilang tidak, patut ditelusuri alasan di balik itu. Sebab setau saya setiap profesi pasti ada dukanya.

        Berikut beberapa di antaranya:

        • Postingan blog sering di copy-paste tanpa mencantumkan sumbernya. Ini yang bikin saya agak sedih. Saya banyak menjumpai kejadian seperti ini. Beda blog, sama isi, sama bunyi. Intinya benar-benar sama tiada beda. Mirisnya, beberapa postingan tersebut sama-sama berada di halaman pertama Google (sedangkan saya jika copas, selalu menyertakan sumbernya. Karena saya tau, betapa kerasnya seorang blogger memutar otak untuk menghasilkan karya yang sedemikian rupa).
        • Terkadang ditanyai, “Dapat uang berapa dari nge-blog?”. Duh, iya… Saya tau, kalo nge-blog bisa menghasilkan uang. Salah satunya pake Google AdSense. Tapi, saya pilih tidak, deh. Selain nggak tau gimana caranya, saya juga nggak mau repot-repot buka rekening bank. Emang, perkataan bahwa nge-blog bisa menghasilkan uang sangat menggoda sekali untuk direalisasikan. Namun, bagi saya nggak ada salahnya menyebarkan karya secara cuma-cuma di internet.
        • Merasa risih dengan banyaknya konten-konten negatif  berkedok blog yang dapat dijumpai dengan mudahnya, seperti situs dewasa. Menurut saya, tentu sangat tidak pantas untuk menayangkan hal semacam ini di internet. Hal-hal seperti ini lah yang dapat mempengaruhi perkembangan mentalitas anak dan membuat anak bangsa menjadi kian bobrok moralnya. Seharusnya, situs seperti inilah yang sepatutnya di blokir oleh pemerintah.
        • Sering dianggap aneh dan tidak diapresiasi. Pernah, saya jejingkrakan saking senengnya artikel saya masuk di halaman pertama Google. Temen saya yang seketika mendapatkan jawaban atas pertanyaannya, malah diam membisu. Eh… gitu, toh? Kirain kamu juga bakalan ikut seneng… Ekspektasi saya terlalu tinggi ya, ternyata.
        • Tangan sudah gatal-gatal minta nge-blog, tapi idenya nggak ada yang pas. Ini adalah hambatan terbesar yang seringkali membuat para blogger K.O. (knocked out) seketika, menyerah dengan keadaan yang ada. Bener-bener harus ditumpas hingga tuntas. Kalo nggak, bisa kayak saya dulu. Terhitung pernah vakum 3 bulan!!! Kemarin terulang lagi satu bulan! Weleh weleh…

        So…

        Blogger itu pada dasarnya sama seperti penulis. 

        Bedanya, hanya soal tempat dan apa yang diterima. 

        Emang sih, kalo di hitung secara materi, penulis lebih makmur. 

        Tetapi kalo sudah bicara soal pahala, blogger lebih kaya karena ikhlas dan tidak menuntut imbalan apa pun atas karya yang telah dipublikasikannya.


        Itulah alasan saya bangga menjadi seorang blogger. 

        Walau mimpi saya memang belum terwujud sepenuhnya…

        …walau ada teman saya yang mengatakan bahwa mempertahankan follower di blog itu susahnya minta ampun…

        …walau teman saya yang satunya lagi menyarankan agar saya ‘beralih profesi’ menjadi penulis saja, toh untungnya lebih gede…

        …walau salah satu guru saya bilang blog mulai ditinggalkan karena dinilai ketinggalan jaman.

        Tetapi saya ingin terus nge-blog. 


        Karena menjadi blogger, adalah awal terbentuknya penulis sejati.

        Saya yakin,
        bahwa suatu hari nanti…

        …mimpi itu akan TERWUJUD.

        Blogger adalah penulisnya dunia maya. 

        Blogger patut dijuluki ‘pahlawan tanpa tanda jasa’ dalam menyebarkan informasi di internet. 

        Jangan letih dalam berkarya!

        Salam blogger!!!

        Iklan

        Tinggalkan Balasan

        Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

        Logo WordPress.com

        You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

        Gambar Twitter

        You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

        Foto Facebook

        You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

        Foto Google+

        You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

        Connecting to %s