Yakinlah!

Pernah nggak sih, kamu ngerasa yakin akan sesuatu lalu tiba-tiba terbersit keraguan dibenakmu? Mungkin udah bukan pernah, malah sering. Contohnya waktu jamkos. Niat pengen nyatet tugas sirna gara-gara temen ngajak ngobrol dan bilang, “Udah, nanti-nanti aja ngerjainnya. Jamkos kan, waktunya free.” Alhasil niat baik dilupakan, niat busuk dilakukan. Kamu lupa akan tugas kamu dan nggak sempat mengerjakan. Jadinya malu deh sama temen-temen karena terpaksa berdiri di depan kelas. Nggak banget!

Kurangnya keyakinan sering menjadi akar dari suatu permasalahan, bahkan memperkeruh masalah yabg sudah ada. Apalagi buat kita para remaja yang cenderung labil, mudah dipengaruhi, dan sering mengalami galau berkepanjangan. Begini begitu bingung, dikit-dikit bimbang.

Hmm…

Kalo gini terus caranya, of course kita nggak sanggup, Bro! Emang, temen tuh berpengaruh besar buat kita. Tapi, masa depan kita sendiri yang menentukan. Nggak lucu dong, sohibmu mau ngambil Ekonomi, kamu malah ikut-ikutan. Padahal passion-mu nggak ke situ…

Ada suatu perkataan:

Be a trendsetter, don’t be a follower

Itu ada benarnya, lho…

Di saat ada waktu luang, kenapa nggak kita manfaatkan dengan baik? Ingat! Manfaatkan waktu luangmu sebelum waktu sibukmu. Kenapa kita cenderung menyia-nyiakan kesempatan (misal: peluang daftar lomba)? Padahal kesempatan nggak bakalan datang dua kali.

Bangsa Indonesia bisa dibilang bangsa yang materialistis. Lebih mementingkan kuantitas dibandingkan kualitas. Apapun itu, yang dilihat pasti jumlahnya dulu. Negatif atau postif? Urusan nanti. Penting dilakuin!

Berarti sudah saatnya kita mengubah mindset. Masalah boleh datang, tetapi kita harus yakin bahwa kita bisa mengatasinya. Bukankah Allah SWT berfirman:

  • َسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لا يُفْتَنُونَ

Apakah manusia itu mengira bahwamereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami Telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? [al-‘Ankabût/29:2]

  • َلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنْكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menguji kamu agar kami mengetahui orang-orang yangberjihad dan yang bersabar di antara kamu, dan agar kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu. [Muhammad/47:31]

Juga, kita harus selektif. Ketika ada yang mengajak untuk berbuat sesuatu, lihat positif dan negatifnya. Bantulah sesuai kesanggupanmu dan jangan paksakan bila tak mampu. Soal siapa aja yang ikut, dikit banyaknya, dan segala embel-embel lainnya tuh belakangan. Begitu baru benar!

So, jangan putus harapan ya, Sob! Aku, kamu, dan siapapun pasti bisa jika memiliki kemauan. Asalkan yang kita lakukan adalah suatu hal yang positif, insha Allah Yang Maha Kuasa akan selalu menyertai kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s