Mengingat Masa Lalu?

image

Banyak orang bilang mengingat masa lalu itu perlu, ada juga yang bilang nggak. Emang gerangan apa sih, yang membuat mereka berpikiran seperti itu? Selama lebih dari 3 bulan ‘bersemedi’ di tanah antah berantah yang tidak banyak orang tau itu dimana (rumahku), ada beberapa kesimpulan yang perlu kamu ketahui yaitu:

1. Opini = Perspektif
Masing-masing orang mempunyai sudut pandang yang berbeda-beda. Belum tentu opini yang kamu dengar selama ini sesuai dengan sudut pandangmu. Bisa jadi sudut pandangmu unik, bila dibandingkan dengan orang lain.

2. Opini = Ideologi/Kepercayaan
Nggak cuman agama aja yang menggambarkan ideologi dan kepercayaan seseorang. Jika kamu dan temanmu berselisih dan berusaha untuk memperjuangkan pendapat kalian masing-masing, nggak bakalan kelar masalahnya kecuali kalian menemukan jalan tengah alias titik temu antara pendapat kalian. Tapi kayaknya untuk pendapat masa lalu di atas nggak bakalan ada penyelesaiannya deh, soalnya berupa pro dan kontra. Alangkah baiknya jika kita netral aja.

3. Opini = based from Experience
Nah, lho! Apaan tuh, based from experience? Well, perbedaan pendapat juga berdasakan pengalaman. Setiap individu dari milyaran orang di dunia ini mungkin terdiri dari banyak negara yang memiliki satu keinginan yang sama, yaitu: mencapai kebahagiaan. Namun, tidak jarang karena terlalu mementingkan pendapatnya, ia menjadi tega kepada sesamanya. Dengan kata lain, bisa jadi orang yang masa lalunya jelek menolak untuk mengingat masa lalunya. Begitu pun sebaliknya.

Eit, bentar-bentar…
Dapet pencerahan nih, dapet solusinya!
Mendingan kita nostalgia aja, deh…

image

Tapi, gimana cara ngelakuinnya?

1. Buka kembali album kenangan yang telah lalu
Momen apa pun yang kita jalani, entah itu senang atau pun sedih, pasti kamu nggak sengaja ninggalin ‘jejak’. Entah itu berupa foto, video, diary (kalo punya), goresan di dinding, di bangku, pesan suara, surat-surat,atau blog terdahulu (blog pertama dan ketigaku sudah aku hapus).
Nggak jarang, video yang kita tonton membuat kita nyadar kalo video kita ternyata kelihatan retro jika dibandingkan dengan kualitas video di YouTube. Kesan ‘tempo doeloe-nya’ lebih terasa.
Diary menunjukkan bahwa ternyata setegar-tegarnya seseorang, ternyata juga bisa mengharu biru alias mellow. Cie… ayo ngaku, siapa yang biasanya curhat tentang someone ke sini?
Tau dong, apa yang biasanya dilakuin oleh orang-orang? Yep! Foto-foto! Dari jaman baheula sampai masa kini, tetap aja kita melihat dan melakukan ‘ritual sakral’ ini. Biar eksis, diedit dan di-upload di medsos supaya nggak terbuang sia-sia karena hanya disimpan di gadget. Nggak jarang juga dicetak dan dijadiin album foto. Nambahin quotes bikin tambah ‘nyes’ di hati.
Ya, kalo nggak punya album foto, bisa liat-liat foto kita di laptop, komputer, maupun bentuk cetak. Secara, jaman udah canggih getoo, lhoh!

2. Mengambil pelajaran dari masa lalu
Sebenarnya, mengingat masa lalu itu sah-sah aja. Boleh, asalkan jangan berlarut-larut. Hanya saja, terkadang jiwa lebay kita muncul. Jadilah, nangis bombay, baper-baper nggak jelas, serta diserang kemarahan yang berkelanjutan. Masa lalu itu kembali membelenggu kita.
Oleh karena itu, belajarlah dari semua itu. Buat apa kita sedih? Situasi dan kondisinya udah beda! Nggak perlu berputus asa. Ambillah hikmah dari pengalaman pahit yang menimpamu. Sehingga, kamu nggak akan melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

3. Kontak konco-konco lawas
Sekian tahun nggak bertemu, rasanya kangen nggak sih, sama temen-temen masa kecil? Kalo diinget-inget lagi, banyak momen yang so sweet punya. Ada yang sedih, nyebelin, heboh, konyol, menakutkan…
Berjuta deh, rasanya!
So, hubungi teman-temanmu, ajak ketemuan bareng, ‘n buatlah kenangan yang nggak terlupakan bersamanya sekali lagi.

Ada yang punya pendapat lain?
(#MariKitaBeropini)

Menataplah ke depan, guys

image

Keterangan:
Artikel ini juga termasuk perspektif dari penulis, kritik dan saran diperlukan agar lebih baik ke depannya.
Maaf jika terdapat kesalahan disana-sini.
Terima kasih.

Be ware for the next post!
Stay tuned!

Iklan